• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
36 dilihat       29 Oktober 2026

Profil Lengkap Tiga Nahkoda Pertanian Indonesia

Maros, (29/10) - Kementerian Pertanian (Kementan) kini dipimpin seorang menteri dan dua orang wakil menteri dengan latar belakang yang sangat berbeda, seorang pengusaha sekaligus doktor ilmu pertanian, seorang akademisi rantai pasok yang baru melepas kursi rektor, dan seorang jenderal bintang tiga dari pasukan elite.

Muhammad Saleh Mustafa dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian pada 1 Oktober 2026, mengisi kursi yang kosong hampir tiga bulan sejak Sudaryono ditunjuk memimpin Badan Gizi Nasional. Alim Setiawan Slamet menyusul dilantik pada 15 Oktober 2026 melalui Keputusan Presiden Nomor 42M Tahun 2026. Keduanya mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang dalam Kabinet Merah Putih juga merangkap Kepala Badan Pangan Nasional sejak Oktober 2025.

Artikel ini merangkum biodata ketiganya dan menelusuri sepak terjang yang membuat mereka dipercaya memimpin sektor pertanian. Berikut profil lengkap Mentan Andi Amran Sulaiman, Wamentan Alim Setiawan Slamet, dan Wamentan M. Saleh Mustafa. Informasi terkait Biodata, pendidikan, karier, dan rekam jejak yang mengantar mereka memimpin Kementerian Pertanian (berdasarkan data per 29 Oktober 2026).

Sekilas Biodata

 

Andi Amran Sulaiman

Alim Setiawan Slamet

Muhammad Saleh Mustafa

Jabatan

Menteri Pertanian (juga Kepala Bapanas)

Wakil Menteri Pertanian (dilantik 15/10/2026)

Wakil Menteri Pertanian (dilantik 1/10/2026)

Lahir

Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968

Demak, Jawa Tengah, 27 Februari 1982

Ternate, Maluku Utara, 14 Maret 1969

Pendidikan tertinggi

S3 Ilmu Pertanian, Universitas Hasanuddin (2012)

S3 Ehime University, Jepang (2017)

Akademi Militer (1991) dan Sesko TNI

Latar belakang

Pengusaha agribisnis, dosen

Akademisi, mantan Rektor IPB

Perwira tinggi TNI AD (Kopassus), pensiun dini

Tugas utama di Kementan

Pimpinan kementerian

Produktivitas, riset, kedelai, bawang putih

Cetak sawah dan pompanisasi

 

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian

Pendidikan

Andi Amran Sulaiman menempuh seluruh pendidikan tingginya di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Ia menyelesaikan S1 di Fakultas Pertanian pada 1988 sampai 1993, S2 Pertanian pada 2002 sampai 2003, dan program doktor Ilmu Pertanian pada 2008 sampai 2012. Gelar lengkapnya Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. Selain pernah menjadi dosen ilmu pertanian di Unhas, ia kini tercatat sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unhas sekaligus anggota ex-officio Majelis Wali Amanat kampus tersebut.

Karier

  • PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV): karier awalnya di perusahaan perkebunan negara.
  • Pendiri Tiran Group: berawal dari racun tikus yang ia kembangkan semasa kuliah, ia mendirikan Tiran Group pada 1998. Kelompok usaha yang bermarkas di Makassar ini kemudian merambah perkebunan, pertambangan, dan perdagangan.
  • Menteri Pertanian Kabinet Kerja (27 Oktober 2014 sampai 20 Oktober 2019).
  • Menteri Pertanian (25 Oktober 2023), menggantikan Syahrul Yasin Limpo.
  • Menteri Pertanian Kabinet Merah Putih (2024 sampai sekarang).
  • Kepala Badan Pangan Nasional (sejak 13 Oktober 2025), menggantikan Arief Prasetyo Adi berdasarkan Keppres Nomor 116/P Tahun 2025.

 

Sepak terjang yang mengantarnya ke kursi menteri

Nama Amran dikenal publik dari inovasi yang lahir dari persoalan lapangan. Ide racun tikus muncul pada 1992, ketika serangan hama tikus melanda dan ia masih berstatus mahasiswa. Produk itu berkembang menjadi merek Tiran dan memperoleh izin pestisida dari Kementerian Pertanian, sementara alat pengendali tikus yang ia kembangkan juga dipatenkan. Atas kiprahnya sebagai wirausahawan pertanian, ia menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden pada 2007.

Kombinasi tiga hal inilah yang menjadi benang merah kariernya, ilmu pertanian yang ditekuni hingga jenjang doktor, pengalaman membangun usaha agribisnis dari nol, dan kemampuan mengeksekusi program. Pada 2014, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memilihnya sebagai Menteri Pertanian dengan target swasembada empat komoditas, yaitu beras, jagung, kedelai, dan gula. Targetnya waktu itu belum seluruhnya tercapai, tetapi ia bertahan sepanjang periode pertama.

Ketika Syahrul Yasin Limpo mundur pada 2023, Presiden Jokowi memanggilnya kembali. Alasan yang disampaikan Presiden, ia dinilai bisa langsung bekerja karena sudah mengenal kementerian ini. Presiden Prabowo Subianto kemudian mempertahankannya di Kabinet Merah Putih, dan pada Oktober 2025 menambah tanggung jawabnya sebagai Kepala Bapanas. Amran menyebut rangkap jabatan itu sebagai langkah efisiensi dan penguatan koordinasi kebijakan pangan.

Pada awal 2026, pemerintah mengumumkan tercapainya swasembada pangan, dengan Amran sebagai figur utama di balik program percepatan produksi. Rangkap jabatannya juga mengundang pertanyaan publik tentang pemusatan kewenangan, sehingga penilaian atas kiprahnya tetap bergantung pada capaian yang dapat diverifikasi.

Alim Setiawan Slamet, Wakil Menteri Pertanian

Pendidikan

Alim Setiawan Slamet menyelesaikan S1 Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2005 dan S2 pada bidang yang sama pada 2009. Ia meraih doktor dari Ehime University, Jepang, dengan fokus pemasaran pertanian dan agribisnis, dan lulus pada 2017. Ia tercatat sebagai anggota The Agricultural Marketing Society of Japan sejak 2015. Gelarnya Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si.

Karier

  • Dosen di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, dengan mata kuliah antara lain manajemen operasi, manajemen rantai pasok, metode kuantitatif, dan manajemen kualitas.
  • Asisten Rektor IPB (2007 sampai 2012).
  • Kepala Kantor Sekretariat Rektor (2013 sampai 2014).
  • Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier (2018 sampai 2022).
  • Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur (2022 sampai 2025).
  • Rektor IPB University Pengganti Antarwaktu periode 2025 sampai 2028, ditetapkan Majelis Wali Amanat dan dilantik pada 11 Desember 2025.
  • Wakil Menteri Pertanian (dilantik 15 Oktober 2026). Ia masih menjalani proses peralihan dari jabatan rektor.

 

Sepak terjang yang mengantarnya ke Kementan

Alim dikenal sebagai akademisi tulen yang menggabungkan manajemen operasi, rantai pasok, dan pemasaran pertanian. Penelitiannya menyentuh persoalan yang dekat dengan petani, misalnya partisipasi petani sayuran skala kecil dalam saluran ritel modern beserta pengaruhnya terhadap pendapatan, serta optimalisasi rute distribusi sayuran dataran tinggi menggunakan algoritma genetika.

Pengalamannya mengelola kampus dengan infrastruktur dan sumber daya besar juga menjadi modal manajerial. Usai dilantik, ia menyatakan siap mendukung swasembada pangan berkelanjutan, modernisasi pertanian, dan hilirisasi untuk menambah nilai produk pertanian, serta ingin menggerakkan riset perguruan tinggi untuk mendukung target tersebut.

Muhammad Saleh Mustafa, Wakil Menteri Pertanian

Pendidikan

Saleh Mustafa lulusan SMA Negeri 1 Ternate dan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1991 dari kecabangan infanteri, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pendidikan militernya mencakup Sekolah Calon Perwira Infanteri, pendidikan Para dan Para Utama, Pendidikan Komando (1992), Pendidikan Lanjutan Perwira I dan II, Pendidikan Reguler Seskoad, serta Sesko TNI.

Karier

  • Kopassus: antara lain Komandan Batalyon 23 Grup 2, Wakil Asisten Operasi Danjen Kopassus, dan Komandan Grup 1 Kopassus (2012 sampai 2013).
  • Komandan Korem 132/Tadulako (2016 sampai 2017), wilayah yang mencakup Poso.
  • Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Kodiklatad (2017 sampai 2019).
  • Kepala Staf Kodam Jaya (2019 sampai 2021), saat itu juga menjadi Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet.
  • Panglima Kodam XVII/Cenderawasih dan Panglima Kostrad (2023). Ia disebut sebagai putra daerah Maluku Utara pertama yang menjabat Pangkostrad.
  • Inspektur Jenderal TNI (24 Juli 2024 sampai Agustus 2025).
  • Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (sejak 15 Agustus 2025).
  • Wakil Menteri Pertanian (dilantik 1 Oktober 2026 berdasarkan Keppres Nomor 104P Tahun 2026), dengan mekanisme pensiun dini dari dinas aktif TNI.

 

Sepak terjang yang mengantarnya ke Kementan

Saleh menghabiskan sebagian besar kariernya di satuan elite dan penugasan operasi, antara lain Operasi Tinombala (kini Madago Raya), operasi di Papua, dan Operasi Damai Cartenz. Sebagai Danrem di Poso, ia meluncurkan buku "Menuai Damai di Tanah Poso" (2016) yang mengangkat kearifan lokal dalam membangun harmoni sosial. Jabatannya sebagai Irjen TNI memberinya pengalaman pengawasan dan tata kelola organisasi, sedangkan masa di Wisma Atlet menunjukkan kemampuan mengoordinasikan operasi lintas instansi.

Pengalaman memimpin organisasi besar dan mengeksekusi target di medan sulit inilah yang relevan dengan penugasannya di Kementan, mewujudkan target cetak sawah, optimalisasi lahan, dan pompanisasi.

Mengapa Komposisi Ini?

Presidenlah yang memegang hak prerogatif atas pengangkatan menteri dan wakil menteri, sehingga alasan lengkapnya berada di tangan beliau. Namun, pembagian tugas yang diumumkan Menteri Amran pada 19 Oktober 2026 memberi gambaran logika komposisi ini:

  • Amran menyatukan ilmu pertanian, pengalaman bisnis, dan pengalaman memimpin kementerian untuk mengarahkan target swasembada.
  • Alim diminta fokus pada produktivitas, termasuk penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS), kedelai, bawang putih, dan swasembada ayam broiler, serta menggandeng perguruan tinggi untuk menguji inovasi.
  • Saleh ditugaskan mengeksekusi target pompanisasi, optimalisasi lahan, dan cetak sawah, pekerjaan lapangan yang menuntut kecepatan dan koordinasi.

 

Dengan kata lain, Kementan kini memadukan tiga kekuatan, pengalaman bisnis dan kebijakan, riset serta inovasi, dan kapasitas eksekusi lapangan. Tantangannya, sebagaimana lazim pada perubahan kepemimpinan, adalah menerjemahkan latar belakang yang berbeda ini menjadi hasil nyata di sawah dan di meja petani, yang kelak akan diukur dari indikator produksi, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza.

 

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Memang Daun Jagung Layu di Siang Hari itu Normal?
    30 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Pemkab Bantaeng Persiapkan BLUD Penangkaran Benih Jagung
    29 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Wamentan Saleh Ajak ASN Kementan Prioritaskan Ketahanan Pangan
    29 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Tak Lagi Dibakar, Limbah Jagung Kini Jadi Penyubur Tanah
    23 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Kementerian Pertanian Menteri Pertanian Wakil Menteri Pertanian

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved